Olahan Buah


Olahan buah sering dijadikan sebagai bahan makanan pembuka, disajikan segar sering disebut buah meja. Buah juga dapat dijadikan asinan, kripik buah, hiasan meja, koktail, pasta, dll


6 thoughts on “Olahan Buah

    haruting responded:
    March 14, 2010 at 5:27 pm

    APEL KALENGAN
    Buah apel tidak tahan lama. Untuk itu perlu adanya cara pengawetan buah tersebut. Salah satu caranya yaitu diawetkan dalam bentuk kalengan.
    Bahan Baku

    buah apel segar jenis manalagi atau rome beauty,
    Untuk membuat sekitar 10 kg buah apel kalengan dibutuhkan buah apel segar sebanyak 12-15 kg.

    kapur sirih 10 g/lt air,

    gula pasir 600 g/lt air,

    asam sitrat 3 g/lt air, dan

    vitamin C 1 g/lt air.

    Peralatan
    kaleng atau gelas bertutup sebagai wadah,
    pisau stainless steel,

    panci, dan

    kompor atau alat pemanas.

    Cara Pembuatan
    Buah apel dipilih yang bagus dan masih agak keras. Lakukan pencucian dengan air hingga bersih. Kulitnya dikupas dan daging buahnya dipotongpotong menurut selera. Lakukan perendaman dalam larutan kapur selama 15-30 menit. Larutan dibuat dengan menambahkan kapur sirih 10 g kedalam 1 1 air. Aduk kapur sirih lantas diendapkan. Untuk merendam buah digunakan cairan yang jernih. Potongan buah apel kemudian diblansing dengan pengukusan selama 5 menit. Selesai diblansing masukkan ke dalam kaleng yang steril. Siapkan larutan gula dengan cara memanaskan air dan gula hingga agak kental. Setelah disaring tambahkan asam sitrat dan vitamin C ke dalamnya. Penambahan vitamin C bertujuan untuk menghambat proses pencokelatan buah dalam kaleng. Larutan sirop panas ini dimasukkan ke dalam kaleng hingga semua buah terendam. Untuk proses ekshauting kaleng dipanaskan selama 15-20 menit. Kaleng ditutup rapat kemudian dipanaskan kembali dengan pengukusan atau perebusan selama 30 menit untuk sterilisasi. (sumber:http://www.iptek.net.id/ind/pd_olah_pangan/index.php?mnu=2&ch=olpa&id=334&hal=1)

    haruting responded:
    March 14, 2010 at 5:31 pm

    BUAH CAMPURAN (COCKTAIL) KALENGAN
    Pengalengan adalah salah satu cara pengawetan makanan yang dimasukkan kedalam wadah kaleng yang ditutup rapat, supaya udara dan zat-zat serta organisasi pembusuk tidak dapat masuk/kemudian berkembang wadah dipanasi sampai suhu tertentu dan dalam jangka waktu tertentu guna mematikan mikro organisme. Berikut ini salah satu cara pengawetan dari buah-buahan.
    Bahan Baku

    buah nenas, pepaya, bengkoang, labu siam, kolangkaling, anggur, dan nangka yang segar,
    kapur sirih 10 g/It air,

    gula pasir 600 g, dan

    asam sitrat 3 g/It air.

    Peralatan
    kaleng atau gelas bertutup sebagai wadah,
    pisau stainless steel,

    panci, dan

    kompor atau alat pemanas.

    Cara Pembuatan
    Buah segar yang hendak diolah di dipilih yang bagus. Lakukan pencucian dengan air hingga bersih. Kulit dikupas dan dibuang bijinya. Daging buah dipotong-potong menurut selera, biasanya dipotong bentuk dadu atau bulatan berdiameter sekitar 1 cm. Potongan buah pepaya, labu dan bengkoang perlu direndam terlebih dahulu dalam larutan kapur selama 15-30 menit. Larutan dibuat dan 10 g kapur sirih dan 11 air yang diaduk lantas diendapkan. Untuk merendam buah digunakan cairan yang jemih. Campuran buah kemudian diblansing melalui pengukusan selama 5 menit. Selanjutnya dimasukkan ke dalam kaleng yang steril. Buat larutan sirop dengan merebus gula pasir dalam air. Setelah gula larut, lakukan penyaringan. Barulah ditambahkan asam sitrat. Sirop panas ini dimasukkan ke dalam kaleng. Diusahakan agar semua buah terendam semua. Kaleng dipanaskan selama 15-20 menit sebagai tindakan ekshausting. Selanjutnya kaleng ditutup rapat dan disterilisasi dengan cara direbus atau dikukus selama 30 menit. Sumber (www.iptek.go.id)

    haruting responded:
    March 14, 2010 at 5:34 pm

    DODOL JAGUNG
    Dodol jagung merupakan salah satu produk olahan yang menggunakan bahan baku tepung jagung. Proses utama pengolahan dodol adalah pemasakan.
    Bahan Baku

    Tepung jagung 5 kg
    Tepung ketan 2,5 ons

    Gula pasir 2,5 ons

    Gula merah 8 ons

    Kelapa, ambil santannya 3 butir

    Vanili 15 g

    Peralatan
    Timbangan
    Wajan

    Batang pengaduk

    Cetakan

    Kertas minyak / plastik

    Cara Pembuatan
    – Seluruh bahan ditimbang sesuai komposisi.
    – Bahan yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam wajan dan dicampur hingga rata.

    – Panaskan wajan tersebut sekitar 3-4 jam di atas kompor dan aduk terus-menerus sampai terbentuk adonan kental,

    – Tuang adonan yang telah masak ke dalam cetakan, lalu dinginkan

    – Potong-potong dodol yang telah dingin dengan ukuran 2 cm x 5 cm.

    – Kemas potongan dodol dengan kertas minyak atau plastik.
    (sumber: http://www.iptek.go.id)

    haruting responded:
    March 14, 2010 at 5:35 pm

    JAMBU BIJI KALENGAN
    Pengalengan adalah salah satu cara pengawetan makanan yang dimasukkan kedalam wadah kaleng yang ditutup rapat, supaya udara dan zat-zat serta organisasi pembusuk tidak dapat masuk/kemudian berkembang wadah dipanasi sampai suhu tertentu dan dalam jangka waktu tertentu guna mematikan mikro organisme.Berikut ini diuraikan salah satu bentuk pengawetan buah jambu biji
    Bahan Baku

    buah jambu biji bangkok yang tua,
    untuk 10 kg buah jambu biji dalam kaleng dibutuhkan buah segar sebanyak 15 kg.

    kapur sirih 10 g/lt air,

    gula pasir 600 g/lt air, dan

    asam sitrat 3 g/lt air.

    Peralatan
    kaleng atau gelas bertutup sebagai wadah,
    pisau stainless steel,

    panci, dan

    kompor atau alat pemanas.

    Cara Pembuatan
    Buah jambu biji dipilih yang bagus, cukup tua tetapi tidak terlalu masak. Tangkai dan bagian dasar buah dibuang. lakukan pencucian dengan air hingga bersih. Kulit dikupas dan bijinya dibuang. Daging buah dipotongpotong menurut selera. Lakukan perendaman selama 15-30 menit dalam larutan kapur yang dibuat dari 10 g kapur sirih dan 1 1 air. Larutan kapur diendapkan, untuk merendam buah digunakan cairan yang jemih. Buah kemudian diblansing dengan cara pengukusan selama 5 menit. Masukkan buah dalam kaleng yang steril. Siapkan larutan gula dengan cara merebus air dan gula. Setelah disaring ditambahkan asam sitrat ke dalamnya. Larutan gula panas ini dituangkan ke dalam kaleng. Diusahakan agar semua buah terendam semua. Selanjutnya wadah dipanaskan selama 15-20 menit guna keperluan ekshausting. Tutup kaleng hingga rapat kemudian dilakukan sterilisasi lewat perebusan atau pengukusan selama 30 menit.

    haruting responded:
    March 14, 2010 at 5:35 pm

    KERIPIK PISANG ANEKA SEASONING
    Proses pembuatan keripik pisang sebelum diberi aneka rasa pada dasarnya sama. Perbedaan terletak pada proses pengirisan dan pemberian bahan lain untuk memberi rasa yang berbeda.
    Keripik pisang aneka seasoning merupakan keripik pisang yang dalam pengolahannya ditambahkan seasoning dengan rasa tertentu. Seasoning yang digunakan biasanya terdapat di toko-toko bahan kue dan siap untuk digunakan. Adapun jenis-jenis rasa dari seasoning

    siap pakai itu adalah rasa barbeque, jagung bakar, chicken (ayam), keju, dan lain-lain.

    a. Keripik pisang rasa barbeque

    Rasa barbaque yang diberikan adalah terbuat dari campuran beef flavour, gula aren, garam, penyedap rasa, pengisi (filling agent), antigumpal, pasta daging dan rempah-rempah. Rasa ini tersedia dalam bentuk bubuk dan dapat dijumpai di pasar dan supermarket.

    Bahan Baku

    Pisang mentah 5 kg
    Minyak goreng 1,5 kg

    Natrium bisulfit 3 g

    Garam 30 g

    Air 3 lt

    Peralatan
    pisau
    Tempat merendam pisang

    Wajan Penggorengan

    kompor

    Cara Pembuatan
    Lakukan pengupasan pisang dari kulitnya, lalu pisang dicuci.

    Buatlah larutan natrium bisulfit dengan cara menambahkan 30 gr natrium bisulfit ke dalam 3 lt air.

    Pisang yang sudah dikupas dan dibersihkan, direndam dalam larutan natrium bisulfit selama 5-10 menit, lalu tiriskan

    Pisang ini selanjutnya diiris secara manual dengan menggunakan pisau atau dengan menggunakan alat pengiris.

    Irisan pisang yang telah diiris ditiriskan agar kandungan air yang tersisa berkurang.

    Irisan pisang ini kemudian digoreng dalam minyak goreng pada suhu sekitar 180° C.

    Setelah kecoklatan dan cukup kering, angkatlah keripik pisang tersebut dan tiriskan.

    Keripik pisang klasik yang dihasilkan sekitar 2 kg
    (sumber: http://www.iptek.go.id)

    haruting responded:
    March 14, 2010 at 5:37 pm

    SELAI SIRSAK
    Daging buahnya memiliki aroma (flavor) yang baik. Setiap 100 g daging buah mengandung vitamin C sebanyak 20 mg dan juga mengandung vitamin B.
    Buah sirsak dapat dimakan segar dan dapat pula dijadikan produk olahan. Produk olahan sirsak antara lain berupa sari buah, dodol, dan selai.

    Bahan Baku

    Buah sirsak yang sudah tua dan masak.
    Gula pasir 750 g -1 kg tiap kg hancuran buah.

    Pektin 2 g/kg hancuran buah.

    Asam sitrat 3 g/kg hancuran buah.

    Natrium benzoat 0,5 g/kg hancuran buah.

    Peralatan
    pisau stainless steel.
    waskom

    blender

    pemanas air

    kemasan botol

    Cara Pembuatan
    Buah sirsak dibuang kulit, biji, dan “hatinya”, kemudian dihancurkan dengan blender.
    Hancuran buah dipanaskan sesaat, lalu ditambah gula dan pektin.

    Campuran bahan diaduk rata lalu ditambah asam sitrat. Setelah mendidih, ditambah natrium benzoat dan setelah terbentuk gel, pemanasan dihentikan.

    Busa yang terdapat pada permukaan selai dibuang.

    Selai yang masih panas dimasukkan ke dalam botol steril dan ditutup rapat.
    (sumber: http://www.iptek.go.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s